corat-coret

Monarki dan Demokrasi

Harusnya saat ini saya ngoding, tapi udah cape mikir. Padahal biasanya jam-jam segini masih jam-jam jenius, belum masuk ke jam bego. Tapi ya sudahlah. Sambil berusaha tidur, saya menulis saja mengenai hal yang sejak beberapa lama terpikirkan oleh saya. Perlu diperhatikan ini bukan bahasan serius dan mungkin ngasal, karena saya ga memberikan fakta ataupun bukti, jadi ya kalo ga setuju ya udah, jangan mencaci saya. Haha.

Taukan monarki ama demokrasi itu apa? Intinya sih, yang memegang kekuasaan tertinggi dalam pemerintahan itu kerajaan, atau raja, atau ratu, ya royal family lah. Sedangkan demokrasi itu kekuasaan tertingginya dipegang oleh rakyat.

Continue with reading

100th post

This is my 100th post. Saya udah mulai mencoba untuk tidak menelantarkan blog sejak akhir Februari. Maret April Mei Juni *counting with hand*  4 bulan. Dan sebelum aktif udah ada sekitar 20 post. Dirata-ratain, 1 bulan ada ngepost 20 tulisan. Hmm. Ga buruk. 😛

Targetnya sih tiap hari 1, berarti kurang 10 tulisan perbulan. Tapi ga mengapa. Karena dengan 20/bulan udah cukup banyak ngebuang waktu yang akan tersia-sia dengan kegiatan addicting lain yang akan menyedot lebih banyak waktu. Kaya main game, baca manga, dan.. hmm.. apalagi ya? Oke, saya akui saya bukan orang yang punya banyak pilihan untuk bersenang-senang -___-

Tulisan kali ini akan sangat berantakan, karena saya akan menulis apa yang terlintas di pikiran saya. Kalau ternyata ada yang mendapat sesuatu dari tulisan ini, Alhamdulillah, tapi kalau tidak, jangan berhenti membaca blog saya 😛 Ga semua tulisan kaya gini kok. Kalau orang ada yang bersenang-senang dengan main game, saat ini saya sedang bersenang-senang dengan menulis.

Jadi teringat, sekitar ramadhan tahun lalu, ada teman yang menganjurkan untuk melakukan terapi menulis. Dia emang jurusan psikologi sih. Tapi ya ga langsung dipraktekin sarannya. Baru 4-5 bulan kemudain mencoba lagi. Hahaha. Bagaimana terapi menulis itu? Manfaatnya apa? Entahlah, yang saya tau, saya merasa lebih baik daripada saya yang tidak menulis. 🙂 Try it.

Kok bisa bertahan menulis blog sih? Kenapa ya? Kalau saya sih karena ada statistic-nya si WordPress. Lihat nih:

Months and Years

Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Total
2010 10 0 2 9 1 3 23 4 7 8 67
2011 10 43 926 460 1,138 456 3,033

Average per Day

Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Overall
2010 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0
2011 0 2 30 15 37 21 18

Recent Weeks

Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun Total Average Change
May 16

32

May 17

34

May 18

16

May 19

0

May 20

12

May 21

344

May 22

109

547 78
May 23

49

May 24

37

May 25

20

May 26

72

May 27

26

May 28

21

May 29

13

238 34 -56.49%
May 30

20

May 31

9

Jun 1

20

Jun 2

10

Jun 3

6

Jun 4

13

Jun 5

21

99 14 -58.40%
Jun 6

4

Jun 7

12

Jun 8

8

Jun 9

26

Jun 10

44

Jun 11

8

Jun 12

67

169 24 +70.71%
Jun 13

92

Jun 14

36

Jun 15

8

Jun 16

7

Jun 17

14

Jun 18

2

Jun 19

4

163 23 -3.55%
Jun 20

8

Jun 21

37

Jun 22

9

54 23 -3.37%
Bukan karena saya suka angka-angka. Tapi penasaran, dengan blog yang ga punya topik khusus kaya gini kok ada yang baca? Haha. Dan penasaran itu terkadang meningkatkan keinginan untuk berusaha ngebuat sebanyak-banyaknya yang ngelihat. 😛 Paling banyak dalam sehari itu 344 views, itu pas tulisan Indonesia dan Anak Bangsa, soalnya linknya di-post dimana-mana biar banyak yang baca. :))
Ga semua tulisan dipublikasiin kaya gitu kok. Kalau ga dipublikasiin, paling tinggi pernah 150-an. Tapi itu dalam 1 hari ada nulis 6 artikel apa ya? -___- Jadi semakin banyak artikel yang anda tulis dalam sehari, semakin banyak pula view pada hari itu. Pak Budi Rahardjo juga bilang gitu kok. Kalo viewnya mau banyak, rajin-rajinlah menulis. Hahaha.
Hem nulis apa lagi ya? Entahlah. 😛
Udah ah. Bye :-h
Just write.

Rate the Post

Saya baru tau (atau mungkin memang baru) dengan fitur Rating dari wordpress. Coba perhatikan bagian atas postingan/comment di blog saya, ada bintang-bintang kan? Nah itu untuk nge-rate sebuah artikel dari komen. Jadi instead of nge-like (yang 1 atau 0), kalian bisa nge-vote (1,2,3,4,5 atau tidak sama sekali) sebuah artikel atau komen.

Kalau kalian mau berbaik hati, tolong vote artikel/postingan dari blog saya yang kalian baca ya 😀 Biar ada feedback, seandainya pun ga dikomen, tapi kalau ada feedback ini, saya kan tau apakah postingan saya cukup bagus, atau masih harus diperbaiki. 🙂

Sepertinya nge-vote juga ga perlu login, jadi bisa anynomous, ga perlu repot-repot sign-in atau apapun, tinggal klik bintangnya. 😀 Hehe.

Terima kasih 😉

Love?

There is this quote that I found recently from other’s blog.

If you love two people at the same time,choose the second one. Because if you really loved the first one, then you wouldn’t have fallen for the second

Funny eh? But quite right. Now that I haven’t really fallen for anyone, does that mean I really love that one?

Haha post random yang kepikiran saat lihat ini. Tenang, ga galau kok, kalau ada yang khawatir 😛

A Poem of Coder – lebay version

Ini ada sebuah poem yang dibuat dalam 30 menit saat Cisitu lagi mati lampu dan perut dalam keadaan sakit. Tujuannya sebagai sebuah talent yang akan ditampilkan di “Talent Show” untuk calon asisten programming. Menceritakan kisah seorang coder (yang dilebay-lebaykan). Kenapa coder? Karena hidup saya akhir-akhir ini tidak lepas dengan code dan tidak bisa mencari inspirasi dari lain hal. Maaf~

nb: “//” artinya komentar

—-

Aku aku

Aku
Bermain dengan papan ketik // ngetik keyboard ceritanya
Mengusik masalah yang pelik // ya itu, ada tubes

Aku
Berdansa dengan tetikus // mainin mouse nih
Mendambakan saat yang mangkus // gimana ya supaya efisien?

Aku
Serangga musuh terbesarku // wah nemu bug nih
Kecil, mungil, mengikis waktuku // wew 1 jam habis gara-gara lupa i++

Aku
Dikejar irrasionalnya waktu // aaaa deadlineeeee
Tidak melar, ya, seperti batu // kak mundurin dong mundurin

Aku
Menderita dalam gelap // aaaa mati lampu
Tiada bisa terlelap // aaaa tubes belum beres aaaa

Aku
Punya dunia kedua // aku dan laptop
Tiada yang bisa mendua // kami saling memiliki :p

Aku
Didengar oleh dunia // iya dong, ceritanya lagi ngetik keyword di google
1 kata, ribuan yang iya // 1 kata aja bisa ratusan ribu nih balesannya

Aku
Aku. Ya, aku.
Aku aku. // peduli amat kata orang, aing mah kumaha aing

😛